Dari ngobrol pertama sampai kami pulang.
Kalau kamu ngobrol, ini yang kejadian. Nggak ada presentasi, nggak ada penawaran yang dikirim sebelum kami ngerti kasusnya.
Usahanya apa, lagi mentok di mana. Nggak usah disiapin, nggak usah rapi.
Biasanya soal siapa yang nyatet dan di mana nyatetnya. Bukan soal aplikasinya.
Menurut kami masalahnya apa. Kadang jawabannya "ini bisa kamu benerin sendiri", dan itu selesai di situ.
Obrolannya nol. Kalau lanjut, harganya diomongin setelah kami ngerti kasusnya.
Empat hal yang kami pegang, walaupun bikin kerjaannya lebih lama.
Satu: cara lama nggak dimatikan mendadak. Dua minggu pertama, nota kertas atau Excel kamu tetap jalan bareng sistem baru. Repot, dan sengaja. Itu yang bikin nggak ada data yang hilang pas pindah.
Dua: yang mutusin tetap manusia. Kami pakai alat bantu, termasuk AI, buat ngerjain yang berulang. Tapi angka yang keluar selalu ada yang ngecek, dan tanggung jawabnya ada di orang, bukan di alat.
Tiga: batas ditulis di depan. Yang nggak bisa kami kerjain, kami sebut sebelum mulai. Yang belum bisa dilakukan alat kami, ada di halaman produknya masing-masing.
Empat: kami ngincer jadi nggak dibutuhin. Kalau setahun lagi kamu masih sepenuhnya tergantung kami buat hal yang sama, itu kegagalan kami, bukan langganan yang sehat.
Yang nggak kami kerjain
Bukan karena nggak bisa, tapi karena ada yang lebih tepat, atau karena kami nggak mau.
Kalau ini kedengeran masuk akal
Mulai dari cerita. Kalau ternyata kamu belum butuh kami, itu jawaban yang sah dan kami bakal ngomong gitu. Lihat jasa pembukuan atau jasa bikin sistem kalau mau tahu detailnya dulu.
Cerita dulu, gratis
Ceritain usahanya lagi mentok di mana. Yang baca orang, bukan bot, dan tetap kami balas walaupun jawabannya "ini bisa kamu benerin sendiri".