Nota kertas setumpuk jadi kasir yang dipakai tiap hari.
Yang berubah bukan tokonya. Yang berubah cara dia ngeliat angkanya.
Waktu kami datang, tokonya jalan baik-baik aja. Penjualannya ada, pelanggannya balik. Yang nggak ada cuma jawaban buat satu pertanyaan sederhana: bulan ini untungnya berapa.
Nota penjualan ada di laci. Nota beli ada di map lain. Stok dihitung pas sempat. Tiga tumpukan yang nggak pernah ketemu di satu tempat, jadi angka apa pun yang keluar itu tebakan.
Yang kami bangun bukan aplikasi kasir generik. Yang kami bangun tempat ketiga tumpukan itu ketemu, dengan cara yang nggak nambahin kerjaan buat orang yang jaga toko.
Yang nyambung di dalamnya
Tiap bagian sendiri-sendiri itu gampang. Yang susah bikin empat-empatnya jalan dari satu kali input.
Kasir
Satu transaksi selesai di bawah dua menit, termasuk cari barang. Bisa jalan waktu internet mati, disusulkan pas nyala lagi.
Stok
Sekali jual, stok langsung berkurang. Nggak ada langkah kedua yang bisa kelupaan, karena langkah kedua itulah yang selama ini bikin selisih.
Harga pokok
Nota beli masuk, harga pokoknya ikut kehitung. Jadi untung per penjualan itu angka sungguhan, bukan harga jual dikurangi kira-kira.
Laporan harian
Satu layar yang dibaca pemiliknya tiap tutup toko. Bukan laporan yang cuma dibuka pas mau lapor pajak.
Yang bisa kami buktikan
Yang nggak bisa kami buktikan juga kami sebut: kami belum punya angka berapa jam kehemat per minggu, karena sebelum sistemnya ada, nggak ada yang pernah ngukur.
Toko kamu kedengeran mirip?
Nggak semua toko butuh dibangunin sistem. Kadang jawabannya cuma satu kolom yang diberesin, dan itu bisa kamu kerjain sendiri. Ceritain dulu, nanti kami bilang yang mana.
Ceritain tokonya
Ceritain usahanya lagi mentok di mana. Yang baca orang, bukan bot, dan tetap kami balas walaupun jawabannya "ini bisa kamu benerin sendiri".