Semua tulisan

Kami itung ulang: langganan software akuntansi buat toko kecil

8 Juli 20266 menit baca

Kalimat yang sering kedengeran: "langganan 300 ribu sebulan itu murah, sekali salah hitung aja ruginya lebih dari itu."

Kedengarannya masuk akal. Tapi kalimat itu nggak pernah diitung, cuma diulang. Jadi kami itung, pakai bentuk toko yang sering kami temui.

Angkanya

Toko retail kecil. Sekitar 250 transaksi penjualan sebulan, 20 nota pembelian, satu rekening bank, satu akun marketplace. Pemiliknya ikut jaga toko.

  • Langganan software: Rp 300.000 per bulan = Rp 3,6 juta setahun
  • Waktu input: sekitar 6 jam sebulan kalau rutin
  • Waktu belajar di awal: 10 sampai 15 jam, sekali

Nilai waktu pemiliknya susah dipatok, jadi kami pakai dua skenario. Kalau jamnya dihargai Rp 25.000, biaya waktunya Rp 150.000 sebulan. Kalau Rp 75.000, jadi Rp 450.000 sebulan.

Jadi ongkos totalnya per bulan antara Rp 450.000 sampai Rp 750.000, bukan Rp 300.000. Langganannya sendiri sering bukan bagian terbesar.

Sekarang sisi manfaatnya

Yang biasanya dijanjikan: nggak salah hitung, laporan siap pajak, stok kekontrol. Kami ambil satu yang paling bisa diukur, yaitu selisih stok.

Di toko sebesar itu, selisih stok yang wajar sekitar 1 sampai 2 persen dari nilai persediaan. Kalau persediaannya Rp 80 juta, itu Rp 800 ribu sampai Rp 1,6 juta setahun, bukan sebulan.

Artinya, kalau software itu berhasil menghapus seluruh selisih stok (dan dia nggak bakal), penghematannya masih di bawah dua bulan ongkos totalnya.

Kesimpulannya kebalik dari yang kami kira

Yang bikin langganan itu balik modal ternyata bukan penghematan. Yang bikin balik modal itu keputusan yang jadi mungkin diambil.

Tahu produk mana yang marginnya tipis padahal lakunya banyak, itu bisa mengubah komposisi belanja bulan depan. Nilainya bisa jauh lebih besar dari Rp 3,6 juta setahun, tapi cuma kalau ada yang beneran baca laporannya dan ngubah sesuatu.

Jadi pertanyaannya bukan "software ini worth it nggak", tapi "ada nggak orang yang bakal buka laporannya tiap bulan dan ngambil keputusan dari situ".

Kapan hitungan ini meleset

Biar adil, ini kondisi di mana hitungan di atas meleset:

  • Kalau usahanya kena kewajiban pajak yang lebih berat, ongkos salah lapor bisa jauh lebih besar dari semua angka di atas, dan hitungannya berubah total.
  • Kalau ada lebih dari satu orang yang input, biaya salah paham antar orang naik cepat dan sistem terpusat jadi jauh lebih worth.
  • Kalau pemiliknya lagi tumbuh cepat, ongkos nggak tahu itu bukan rupiah yang hilang, tapi kesempatan yang lewat. Itu nggak masuk hitungan mana pun.

Jadi

Kami nggak bilang jangan langganan. Kami bilang alasannya sering salah, dan alasan yang salah bikin orang beli alat yang lalu nggak dipakai.

Kalau hitungan di atas ada yang keliru, terutama soal angka selisih stok yang wajar, kami beneran mau dikoreksi. Angka itu dari yang kami lihat sendiri, dan sampelnya masih kecil.


Kalau mau coba tanpa keluar uang dulu, alat pembukuan kami gratis dan nggak ada versi berbayarnya.

Kasusnya mirip usaha kamu?

Ceritain aja apa adanya. Kalau ternyata bisa kamu benerin sendiri, kami bilang gitu.

Tanya soal kasus kamu

Ceritain usahanya lagi mentok di mana. Yang baca orang, bukan bot, dan tetap kami balas walaupun jawabannya "ini bisa kamu benerin sendiri".

Yang kamu isi cuma dipakai buat bales kamu. Nggak dijual, nggak dikirimin promo. Detailnya di halaman privasi.